IGONTV.com – Dari Indonesia Untuk Dunia
Hampir semua orang pernah merasakan sensasi “segar” setelah makan permen mint. Mulut terasa lebih dingin, nafas jadi harum, bahkan seakan-akan udara yang kita hirup lebih ringan. Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya ternyata tidak sekadar soal rasa, melainkan ada penjelasan ilmiah yang cukup menarik di balik sensasi ini.
Mentol, si “penipu suhu”
Rasa segar dari permen mint sebenarnya berasal dari senyawa mentol, komponen utama daun mint. Mentol bekerja dengan cara menstimulasi reseptor TRPM8 di ujung saraf lidah dan rongga mulut. Reseptor ini normalnya aktif ketika kita menghirup udara dingin. Namun, saat mentol menempel, otak menerima sinyal seolah-olah mulut kita diselimuti udara sejuk, padahal suhu mulut tetap normal. Inilah yang membuat sensasi dingin muncul begitu kuat.
Air liur sebagai pembersih alami
Selain rasa dingin, permen mint juga membuat kita lebih sering menelan karena merangsang produksi air liur. Air liur berperan penting membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, dan mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut. Dengan meningkatnya sekresi saliva, rongga mulut terasa lebih lembap, bersih, dan tentu saja segar.
Aroma wangi dan antibakteri alami
Tidak bisa dipungkiri, aroma mint yang kuat mampu menutupi bau tak sedap di mulut. Namun, penelitian menunjukkan efeknya lebih dari sekadar menutupi. Minyak esensial mint, termasuk mentol, memiliki sifat antimikroba yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab halitosis. Meski begitu, efek ini hanya bersifat sementara. Untuk napas segar jangka panjang, kebersihan mulut tetap menjadi kunci utama.
Sensasi yang tidak selalu bertahan
Meski menyegarkan, efek permen mint bukan tanpa batas. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi sensorik: bila terlalu sering mengonsumsi mentol, reseptor TRPM8 bisa menjadi kurang sensitif sehingga rasa segar tidak sekuat sebelumnya. Bahkan, beberapa produk penyegar mulut berbasis alkohol dapat membuat mulut kering setelah efek awalnya hilang, yang justru memperburuk bau.

Tips aman menikmati segarnya permen mint
- Pilih permen tanpa gula. Kandungan xylitol bisa membantu mencegah kerusakan gigi sekaligus menjaga napas segar.
- Jangan berlebihan. Mengonsumsi terlalu banyak bisa membuat mulut beradaptasi dan mengurangi sensasi segar.
- Jaga kebersihan mulut. Sikat gigi rutin, gunakan benang gigi, dan minum air cukup. Permen mint hanya bersifat pendukung.
- Perhatikan kondisi mulut kering. Jika sering mengalami mulut kering, gunakan permen mint tanpa gula atau kunyah permen karet untuk merangsang saliva, bukan mouthwash beralkohol.
Jadi, apa kesimpulannya?
Sensasi segar dari permen mint adalah hasil kerja sama ilusi sensorik (mentol menipu reseptor dingin), pembersihan mekanis lewat air liur, dan aroma antimikroba alami. Namun, ingat: efeknya hanya sementara. Bila ingin napas segar dan mulut sehat dalam jangka panjang, tetap utamakan kebersihan mulut daripada sekadar mengandalkan permen mint.
Rujukan
- TRPM8: The Cold and Menthol Receptor — NCBI Bookshelf / PubMed.
- Molecular mechanisms of menthol binding to TRPM8 — Nature Communications.
- Effects of candies on salivary secretion and oral bacteria — SCIRP study.
- Effects of Mint Oils on the Human Oral Microbiome: A Pilot Study — PMC.
- Review: Essential oils and halitosis — Wiley.
- Mechanisms of TRPM8 adaptation — PubMed/PMC.
- Johns Hopkins guide on dry mouth — rekomendasi sugar-free candy.
- Review on alcohol mouthwash & oral dryness — PMC.
Penulis: Redaksi IGONTV
Editor: Muhamad Ridwan
Copyright © IGONTV 2025