IGONTV.com – Dari Indonesia Untuk Dunia
Cleopatra VII Philopator dikenal sebagai firaun terakhir Mesir Kuno. Ia memimpin sejak 51 SM hingga 30 SM, di masa ketika Romawi sedang memperluas pengaruhnya di Mediterania.
Cleopatra naik takhta pada usia muda. Awalnya ia memerintah bersama ayahnya Ptolemaios XII, lalu bersama adiknya Ptolemaios XIII. Namun perebutan kekuasaan dalam keluarga membuatnya mencari dukungan dari Romawi.
Aliansi politik sekaligus hubungan pribadi dengan Julius Caesar menjadi langkah penting. Dari ikatan itu lahir seorang anak bernama Caesarion. Setelah kematian Caesar, Cleopatra menjalin hubungan dengan Mark Antony, jenderal Romawi yang berpengaruh.

Pertarungan politik memuncak ketika Antony dan Cleopatra berhadapan dengan Oktavianus, pewaris politik Caesar. Pertempuran Actium pada 31 SM berakhir dengan kekalahan pasukan Antony–Cleopatra. Setahun kemudian, Mesir jatuh ke tangan Romawi.
Cleopatra meninggal pada 30 SM. Catatan klasik menyebut ia bunuh diri dengan ular kobra, tetapi teori modern menyebut racun mungkin lebih masuk akal. Encyclopaedia Britannica menegaskan bahwa hingga kini penyebab kematiannya masih diperdebatkan.
Warisan Cleopatra tak hanya berhenti pada kisah cintanya. National Geographic melaporkan pada 2023 bahwa makam Cleopatra belum pernah ditemukan, meski ekspedisi arkeologi terus dilakukan. Sementara itu, Smithsonian Magazine menggambarkan Cleopatra sebagai pemimpin cerdas, fasih dalam banyak bahasa, dan berusaha keras mempertahankan kedaulatan Mesir di tengah gempuran Romawi.

Meski dinasti Ptolemaik berakhir, nama Cleopatra tetap hidup dalam sejarah, sastra, dan budaya populer. Ia bukan sekadar ikon kecantikan, melainkan simbol kecerdasan, diplomasi, dan daya tarik politik yang mengguncang dunia kuno.














