Jakarta, IGONTV.com — Upaya penyelamatan dua santri yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. Tim penyelamat harus merangkak di celah sempit puing-puing untuk menjangkau korban yang masih hidup.
Video yang direkam oleh tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya menunjukkan perjuangan petugas ketika berhasil menemukan tanda-tanda kehidupan dari dua santri bernama Yusuf dan Haikal. Dari sela-sela reruntuhan yang gelap dan sempit, keduanya masih bisa merespons komunikasi dengan suara lirih.
“Umur 16, tidak luka, tapi terjepit,” ujar Yusuf saat ditanyai kondisi tubuhnya. Sementara Haikal yang terjebak tak jauh dari lokasi Yusuf mengaku merasakan nyeri di seluruh tubuhnya.
Aziz, salah satu petugas penyelamat, terus memberikan semangat agar keduanya tetap tenang. “Sabar ya, ini sedang diusahakan,” ucapnya menenangkan dari balik puing-puing yang menghalangi.
Namun, misi evakuasi bukan perkara mudah. Medan yang padat dan struktur bangunan yang runtuh menyulitkan tim untuk bergerak. Bahkan, Aziz menyebut dirinya harus merayap untuk mendekati posisi korban. Yusuf diketahui berada sekitar empat meter dari posisi awal tim, sedangkan Haikal terjebak dua meter dari titik yang sama.
Setelah berjam-jam berjibaku dengan kondisi di lapangan, Yusuf akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (30/9) dini hari sekitar pukul 01.58 WIB. Sementara itu, proses pencarian dan penyelamatan Haikal masih terus dilakukan.
Dalam operasi ini, DPKP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menerjunkan satu unit kendaraan Heavy Duty Rescue. Peralatan canggih seperti shot camera digunakan untuk mengintip celah reruntuhan dan memastikan kondisi korban yang belum terjangkau.
Petugas juga memasang penyangga struktural untuk mencegah reruntuhan tambahan sekaligus mempercepat proses evakuasi. Setiap detik menjadi krusial dalam upaya penyelamatan yang berpacu dengan waktu tersebut.














