Jakarta, IGONTV.com — Gelombang desakan hukum terhadap Ahmad Khozinudin terus menguat. Kali ini, suara tegas datang dari keluarga besar Maluku se-Jabotabek yang menyatakan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk segera menindak Khozinudin atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Letjen TNI Marinir (Purn) Dr. Nono Sampono.
Dalam pernyataan resminya, Jumat (3/10/2025), perwakilan keluarga Maluku — Semuel Matulessy, Basaluhu Tala’ohu, Mochtar Marasabessy, dan Hero Abdul Drachm — menyebut pernyataan Khozinudin sebagai bentuk provokasi berulang yang merusak kehormatan tokoh nasional asal Maluku itu. Mereka menilai tudingan yang menyebut Nono sebagai “pengkhianat kedaulatan demi kepentingan bisnis” tidak memiliki dasar hukum maupun bukti.
Keluarga besar Maluku menyampaikan lima tuntutan utama kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri. Pertama, mereka meminta kepolisian menunjukkan keberpihakan pada keadilan dengan segera memproses laporan hukum yang telah diajukan sejak 15 Juli 2025.
Kedua, mereka mengingatkan bahwa Khozinudin pernah menuduh Nono terlibat dalam perampasan tanah di PIK2 dan bisnis nikel di Raja Ampat. Namun hingga kini, ia tidak memenuhi panggilan penyidik, sebuah sikap yang dinilai sebagai bentuk penghindaran hukum.
Ketiga, mereka menilai tindakan Khozinudin yang terus mengulangi pernyataan bernada fitnah memperburuk situasi dan mencoreng reputasi Nono Sampono, seorang jenderal purnawirawan yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga kedaulatan negara.
Keempat, mereka mendesak kepolisian segera melacak dan menghadirkan Khozinudin untuk dimintai keterangan. Bahkan, keluarga besar Maluku menyatakan siap membantu aparat jika dibutuhkan dalam proses pencarian.
Kelima, mereka berharap pernyataan sikap tersebut menjadi perhatian serius bagi Polda Metro Jaya. Proses hukum dinilai penting demi memastikan tidak ada ruang bagi provokator yang merusak kehormatan orang lain.
“Jika polisi kesulitan menemukan keberadaan Khozinudin, kami siap membantu mencarikan alamatnya. Ia harus bertanggung jawab atas ucapannya,” tegas perwakilan keluarga Maluku.
Mereka juga menyoroti rekam jejak Khozinudin yang pernah berafiliasi dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah dibubarkan karena bertentangan dengan ideologi negara. Hal ini, menurut mereka, memperkuat alasan mengapa pernyataannya tidak layak dipercaya.
“Jangan bandingkan Khozinudin dengan sosok seperti Nono Sampono. Beliau adalah patriot sejati yang pernah menyelamatkan Presiden Megawati dari kepungan OPM, sementara Khozinudin hanya menyebar provokasi,” ujarnya.
Keluarga besar Maluku menegaskan, dukungan mereka bukan karena jabatan Nono di sektor swasta, melainkan demi menjaga martabat keluarga dan nama baik masyarakat Maluku. Mereka menutup pernyataannya dengan menyerukan agar kepolisian segera bertindak demi tegaknya hukum dan persatuan bangsa.














