Jakarta, IGONTV.com — Perayaan Hari Wayang Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi Senawangi untuk menegaskan kembali peran wayang sebagai warisan budaya yang harus terus hidup, relevan, dan adaptif terhadap zaman.
Gelaran Living Intangible Cultural Heritage Forum (ICH) ke-5 hadir sebagai ruang strategis untuk merefleksikan arti besar pengakuan UNESCO tahun 2003 yang menetapkan Wayang Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengakuan tersebut dinilai sebagai legitimasi global bahwa Indonesia memiliki kontribusi historis dalam membangun kebudayaan dunia.
Ketua Umum Senawangi, Marsekal Madya TNI (Purn) Bambang Soelistyo, menegaskan bahwa status “masterpiece” bukan sekadar gelar simbolis. Label itu membawa tanggung jawab besar agar seni pertunjukan wayang tetap terjaga sekaligus berkembang mengikuti dinamika generasi.
Ia menekankan bahwa inklusivitas menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya pewayangan. Menurutnya, lingkungan seni yang terbuka dan ramah terhadap berbagai latar belakang memberikan peluang bagi setiap individu untuk terlibat tanpa dibatasi sekat sosial maupun diskriminasi budaya.
Senawangi mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk terjun langsung dalam proses kreatif seni tradisi. Tujuannya bukan hanya merawat tradisi, tetapi menjadikan wayang sebagai bagian dari sistem kebudayaan yang tangguh dan berdaya saing.

Dalam forum diskusi, pemangku kebijakan juga menyoroti peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan budaya tradisi. Pemda dinilai memiliki otoritas strategis untuk memformulasikan pokok pemikiran kebudayaan daerah, termasuk upaya pelestarian dan pembinaan seni wayang.
Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari regulasi, fasilitasi kegiatan seni, hingga gerakan moral yang melibatkan komunitas muda dan perempuan. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan wayang tetap memiliki ruang tampil, ruang hidup, dan ruang berkembang.
Bagi Senawangi, forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi kesempatan memperkuat posisi wayang dalam diplomasi budaya Indonesia. Organisasi itu mendorong agar wayang menjadi paradigma global yang menjembatani keragaman budaya dunia sekaligus memperkuat pesan kemanusiaan universal.














